السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
"the peace be upon you"
1. MUHAMMAD BIN MUSA AL-KHAWARIZMI
Nama asli beliau adalah Abdullah Muhammad
Bin Musa Al-Kahawarizmi. Lahir pada tahun 164 H (780 M) di daerah
Khawarizmi (Asia Tengah) dan wafat pada tahun 232 H (847 M) di Baghdad
(Irak), meski ada juga beberapa literatur yang menyatakan bahwa beliau
wafat pada tahun 235 H (850 M).
Dari semua pemikir besar yang telah
memperkaya berbagai cabang Ilmu Pengetahuan, kedudukan Muhammad Bin Musa
Al-Khawarizmi sangat menonjol pada permulaan era Islam. Beliau menjadi
salah seorang ilmuwan terbesar sepanjang masa, dan yang paling
termasyhur pada zamannya. Khawarizmi adalah seorang yang jenius dan
mahir dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan banyak menyumbangkan
karya abadinya dalam bidang Matematika, Musik, Geografi, dan Sejarah.
Sebagai seorang Matematikawan, Khawarizmi
meninggalkan jejak yang tidak ternilai pada lembaran sejarah ilmu
Matematika. Tidak disangsikan lagi, dialah seorang matematikawan
terbesar dan paling orisinal yang pernah dihasilkan dunia.
PENEMUAN-PENEMUAN AL-KHAWARIZMI
Di Bidang Matematika
Al-Khawarizmi merupakan orang yang
pertama kali menjelaskan tentang kegunaan angka-angka, termasuk angka
NOL. Melalui dialah, bangsa Eropa dan Barat belajar menggunakan angka
nol dan nihil yang pemakaiannya memudahkan penerapan berhitung dalam
kehidupan sehari-hari. Buku karangannya tentang metode berhitung India
telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Adelard pada abad ke-12 dan dinamakan De Numere Indico. Buku tersebut masih ada, walaupun naskah asli arabnya sudah lenyap.
Al-Khawarizmi adalah pengarang buku Hisab Al-Jabar wal Muqabalah.
Sebuah Buku pelajaran yang berharga, berisikan uraian dan penjelasan
tentang persamaan linier dan persamaan kuadrat. Ia dianggap istimewa
sebagai orang yang menemukan konsep Al-Jabar, karena
keberhasilannya memajukan cabang ilmu ini hingga mencapai puncaknya. Dia
pula yang memperkenalkan tanda negatif, yang sebelumnya belum pernah
dikenal. Dialah yang menerangkan teori geometrik dengan angka-angka
untuk persamaan kuadrat. Robert Chester merupakan orang pertama
yang menerjemahkan karya ini ke dalam bahasa Latin pada tahun 1145 M
yang sekaligus memperkenalkan ilmu Al-Jabar ke benua Eropa. Pada abad
ke-18, Leonardo Fibonacci dari Pisa, seorang ahli Al-Jabar yang disegani dan berpengaruh menyatakan, bahwa ia banyak berhutang budi pada Bangsa Arab.
Al-Khawarizmi adalah seorang astronom
yang kecakapannya menonjol. Ia ikut andil dalam mengukur lingkaran bumi
yang dialakukan pada masa Khalifah Al-Ma’mun. Al-Khawarizmi juga yang
membuat diagram astronomi seperti yang dimuat dalam bukunya “As-Sanad Hind”. Hasil-hasil karyanya tentang astronomi antara lain “Al-Amal bi Al-Istharlab” dan buku “Jadwal An-Nujum wa Harakatuha”.
Dalam ilmu geografi, Al-Khawarizmi menulis buku “Shuratul Al-Arth”
yang membenarkan pendapat Ptolemaeus dan menulis peta yang lebih detail
dari pada peta yang ditulis oleh Ptolemaeus. Dia pula yang menulis buku
“Taqwim Al-Buldan” Seorang orientalis Italia, Carlo Nallino
mengakui bahwa buku-buku yang ditulis Al-Khawarizmi tentang ilmu
geografi telah mampu menjadikan ilmu geografi sebagai ilmu yang berdiri
sendiri.
Dalam ilmu sejarah Al-Khawarizmi adalah
seorang ahli sejarah yang sangat berprestasi. Hasil karyanya tentang
sejarah adalah ia menulis buku “Kitab al-Tarikh” yang menjadi sumber bagi Mas’ud dan Tabri dalam mengisahkan perjalanan kembalinya Khalifah Al-Ma’mun ke Baghdad.
2. JABIR BIN HAYYAN
Dia bernama asli Abu Musa Jabir bin
Hayyan bin Abdullah Al-Azdi. Lahir di kota Thus (Iran) pada tahun 101 H
(720 M) dan wafat di kota yang sama pada tahun 197 H (813 M).

Dalam bukunya History of the Arabs, Phillip K. Hitti mengakui kebesaran bangsa Arab dalam cabang ilmu kimia ini. Hitti mengatakan
: Sesudah ilmu kedokteran, astronomi, dan matematika, bangsa Arab
memberikan sumbangan yang terbesar di bidang kimia. Dalam mempelajari
ilmu kimia dan fisika lainnya, bangsa Arab memperkenalkan eksperimen
obyektif, suatu keinginan memperbaiki ketidak jelasan spekulasi Yunani.
PENEMUAN-PENEMUAN JABIR BIN HAYYAN
- Jabir menemukan sebagian alat penyajian bahan-bahan kimia dan mencampurnya dengan peralatan yang lain. Dalam bukunya, ia banyak menerangkan tentang perlatan ini, di antaranya terbuat dari kaca dan logam.
- Jabir berhasil memadukan asam hidroklorik (senyawa garam) dengan asam netrik. Kemudian campuran yang dihasilkan dari perpaduan ini dikenal dengan nama “air emas” atau “air raksa”, karena kemampuannya untuk mencairkan emas. Cara pemaduan berikutnya adalah dengan meneteskan campuran garam makanan (clorit sodium) dan kaca biru atau kaca ciprus. Jabir menyifati zat asam ini sebagai air keras karena zat ini dapat mencairkan logam.
- Jabir adalah orang pertama yang mengetahui zat asam organic (kolik, limonik, dan tatrik).
- Jabir berhasil memisahkan arsenic dan sulfite arsenic dan mampu memisahkan antimony dari sulfat antimony.
- Jabir adalah orang yang mampu membedakan antara zat asam dengan alkalis.
- Jabir berhasil menemukan beberapa cara yang efektif untuk memurnikan logam dan mencampur baja untuk keperluan industri serta menjaga besi dari karat.
- Jabir adalah orang yang merumuskan cara pembuatan tinta dari sulfite besi yang dicampur emas, sehingga bisa mengganti air emas (yang mahal harganya) untuk membuat tulisan dari tinta emas.
- Jabir mampu merumuskan cara-cara istimewa dalam mewarnai kulit, membuat pernis, mengeraskan kain tenun, mengecat rambut dan beberapa keperluan sehari-hari lainnya yang menggunakan bahan-bahan kimia.
KARYA-KARYA JABIR BIN HAYYAN
Jabir menulis buku dan makalah sebanyak
500 buah dalam bidang ilmu Kimia dan cermin. Di antara karya tulisnya
yang terkenal adalah :
- Al-Khawash Al-Kabir, buku ini adalah buku yang sangat terkenal yang manuskripnya tersimpan di musium Inggris.
- Kitab As-Sab’in dan Kitab Ar-Rahmah. Kedua kitab tersebut merupakan kitab terlaris sehingga banyak diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada abad pertengahan.
- Al-Jamal Al-‘Isrun, yang merupakan kumpulan-kumpulan tentang ilmu kimia yang pernah ia makalahkan.
- Al-Ahjar. Manuskripnya tersimpan di perpustakaan Paris, serta kitab-kitab terkenal lainnya seperti, Asrarul Kimiya, Ushulul Kimiya, Al-Bahtsu Anil Kamal, Kitab Al-Ahdi, dan Kitab Al-Atun.
3. AL-KINDI
Nama lengkapnya adalah Abu Yusuf Bin
Ishaq Bin Ash-Shabah Bin Imran Bin Al-Asy’ats Bin Qais. Ia lahir di
Kufah pada tahun 188 H (804 M) dan wafat pada tahun 260 H (874 M).
Sedangkan menurut sumber lain, ia lahir pada tahun 186 H (802 M) dan
wafat pada tahun 260 H (874 M). Ada pula yang mengatakan, bahwa Al-Kindi
lahir pada tahun 185 H (801 M) dan wafat pada tahun 252 H (866 M).
Al-Kindi adalah seorang filsuf pertama
dalam Islam dan salah satu seorang pembesar filsafat. Dia juga seorang
ilmuwan besar muslim dalam bidang kedokteran dan pemilik salah satu
pemikiran terbesar yang dikenal sepanjang peradaban manusia. Al-Kindi
adalah seorang ensiklopedis, memberikan sumbangan yang tidak ternilai
terhadap perkembangan matematika, astrologi, astronomi, fisika, optic,
musik, pengobatan, farmasi, filsafat, dan logika.
PENEMUAN-PENEMUAN AL-KINDI
Ia adalah ilmuwan terbesar setara dengan
Ibnul Haitsam dan Al-Biruni. Kumpulan buku-buku yang dikarangnya dalam
bidang filsafat, logika, dan berbagai macam ilmu lainnya mencapai 230
buku.
Al-Kindi sangat berjasa dalam bidang
pengamatan posisi bintang, planet, letak dan dampaknya terhadap bumi.
Salah satu penemuannya yang sangat menakjubkan adalah hipotesanya
tentang pasang dan surut air.
Al-Kindi adalah orang yang pertama kali
membuat tesis tentang biru langit. Ia menjelaskan bahwa biru langit
bukanlah warna langit itu sendiri, melainkan warna dari pantulan cahaya
lain yang berasal dari penguapan air dan butir-butir debu yang
bergantung di udara. Tesis ini mendekati penafsiran ilmiah yang benar,
dan yang kita ketahui hingga masa sekarang.
Dia menulis buku sebanyak 12 buku berpengaruh dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam. Kitab-kitab tersebut antara lain : Kitab
Ilmu Ar-Ra’diwa Al-Barqi wa Ats-Tsalji wa Ash-Shawa’iq wa Al-Mathar,
Fil Al-Bashariyyat, Risalah Fi Zarqati As-Sama, Kitab Fi Al-Ajraam
Al-Ghaishah. Kitab-kitab tersebut menafsiri tentang fenomena alam.
Dia menemukan ilmu mekanik, yaitu ilmu
yang secara khusus berhubungan dengan alat-alat, rangkaian, dan
menjalankan fungsinya. Dia telah menjadi insinyur peradaban Islam dan
turut serta dalam berbagai pelaksanaan proyek-proyek pembangunan,
seperti proyek penggalian kanal untuk membuka sungai Dajlah dan Furat.
Dia adalah penemu berbagai ilmu tentang
pembuatan aroma parfum, aroma kimia untuk membuat kaca, warna, dan besi.
Sebuah tesisnya yang berhubungan dengan pembuatan parfum adalah dia
berhasil menciptakan berbagai jenis aroma dari parfum itu, seperti
pembuatan minyak kasturi, dan lain-lain. Ia juga berhasil menjelaskan
secara rinci proses kimia lainnya, seperti penyaringan dan penyulingan.
Karya Al-Kindi dalam bidang matematika mencapai 43 buku. 11 diantaranya tentang ilmu hitung dan 32 buku tentang ilmu geometri.
Al-Kindi memiliki 7 karya dalam bidang
musik. Salah satu bukunya “Risalah Tartib An-Nagham” berisikan tentang
tinggi-rendahnya melody biola. Ilmu ini jauh berabad-abad sudah
ditemukan Al-Kindi sebelum ditemukan oleh bangsa Eropa.
4. AR-RAZI (ABU BAKAR AR-RAZI)
Abu Bakar Ar-Razi dilahirkan di Provinsi
Rayy, Iran pada tahun 240 H (854 M). Tentang tahun wafatnya, ada dua
pendapat, pendapat yang pertama (menurut Ibnu Katsir dalam “Al-Bidayah)
disebutkan bahwa Ar-Razi wafat pada tahun 311 H (923 M), sedang
pendapat yang lain menyebutkan kalau Ar-Razi wafat pada tahun 364 H (975
M).
PENEMUAN-PENEMUANAR-RAZI
- Ar-Razi menemukan pengaruh faktor kejiwaan dalam mengobati berbagai penyakit pada anggota tubuh.
- Ar-Razi merupakan pelopor dalam bidang klinik kedokteran dan orang yang pertama kali melakukan eksperimen pengobatan kepada hewan sebelum dipraktikan kepada manusia.
- Ar-Razi adalah orang yang mampu membedakan antara penyakit cacar biasa dengan cacar air yang hampir serupa pada dua gejala ini.
- Ar-Razi adalah dokter yang pertama kali membedakan antara mulas di usus kecil dengan gangguan usus besar.
- Ar-Razi adalah orang yang paling unggul dalam bidang kedokteran dan operasi mata.
- Ar-Razi adalah orang yang pertama kali menemukan alergi (hipersensitivitas) dan orang yang pertama kali mengamati pengaruh cahaya pada selaput mata.
- Ar-Razi berhasil menemukan benang jahit untuk operasi yang terbuat dari bahan selaput hewan.
- Ar-Razi adalah orang yang pertama kali menjelaskan penggunaan perban gypsum pada pengobatan patah tulang.
- Kitab Al-Hawi, merupakan buku ensiklopedia kedoktean yang meliputi semua ilmu pengetahuan kedokteran Arab, Yunani, dan India. Untuk mengetahui tentang kebenaran buku ini, kita cukup mendengarkan komentar obyoktif seorang orientalis Jerman, Zigrid Hunke berikut : Perpustakaan fakultas kedokteran di Universitas Paris sejak lima ratus tahun yang lalu tidak ada buku-buku yang lain, selain Al-Hawi.
- Kitab Ath-Thib Al-Manshuri. Dalam buku ini Ar-Razi menjelaskan tentang anatomi tubuh manusia, termasuk anatomi kerangka manusia dan susunan urat saraf serta anatomi pembuluh darah dan tenggorokan.
- Kitab Al-Asrar. Buku ini berisi tentang obat-obatan secara medis dan cara serta teknik pencampurannya.
- Kitab Al-Jadari wa Al-Hishbah. Buku ini berisi penjelasan tentang penyakit cacar dan bagaimana cara mendiagnosanya sejak dini dan membedakannya dengan penyakit cacar air. Buku ini sudah dicetak lebih dari 40 kali dalam bahasa Inggris pada tahun 1498 s.d 1866 M.
- Kitab Man La Yahdhuruhu Ath-Thabib. Buku ini berisi tentang pertolongan pertama pada kecelakaan sebelum dibawa ke dokter.
- Kitab Manafi Al-Aghdziyah. Dalam buku ini dijelaskan tentang pengaruh makanan bagi kesehatan secara umum serta bahayanya dalam keadaan mengudap penyakit tertentu. Buku ini merupakan buku kedokteran pertama dalam bidang makanan.
5. IBNU SINA

Ibnu Sina telah hafal Al-Qur’an dalam usia 10 tahun, dia dikenal dengan gelar “Asy-Syaikh Ar-Ra’is”, karena kemampuan ilmunya dan ketokohannya. Oleh orang-orang Eropa dan Barat, nama dia dikenal dengan sebutan Avicenna.
Ibnu Sina adalah ilmuwan terbesar kedua
di bidang kedokteran, setelah Ar-Razi. Dia juga dikenal sebagai filsuf
terbesar muslim yang pemikirannya paling banyak berpengaruh di Barat.
Bahkan sebagian buku menyebut dia dengan gelar “Amirul Athibba’” (pemimpim para dokter). Ibnu Sina diakui sebagai orang terbesar yang pernah dimiliki dunia.
PENEMUAN-PENEMUAN IBNU SINA DIBIDANG KEDOKTERAN
- Dalam Cara Pengobatan. Ibnu Sina adalah orang yang pertama kali menemukan cara pengobatan bagi orang sakit dengan cara menyuntikkan obat ke bawah kulit.
- Dalam Mengobati Orang yang Tercekik Kerongkongannya. Ibnu Sina membuat penemuan dari pipa udara yang terbuat dari emas dan perak, kemudian diamasukkan ke dalam mulut dan diteruskan ke kerongkongan untuk mengobati orang yang tercekik dan sulit bernafas. Dia diakui sebagai orang yang pertama kali dalam sejarah yang mampu memaparkan penyakit tenggorokan dan sebab-sebanya.
- Dalam Mengobati Penyakit pada Kepala. Ibnu Sina mengetahui hakekat ilmiah penting, bahwa tulang tempurung kepala apabila pecah tidak dapat melekat kembali seperti tulang lainnya pada badan, melainkan ia akan tetap terpisah dan hanya terikat dengan selaput yang kuat. Ibnu Sina membagi pecahnya tepurung kepala menjadi dua macam berdasarkan ada atau tidak adanya luka pada kepala.
Pecah pada tempurung kepala seperti ini
biasanya tidak disertai luka, akan tetapi ini sangat berbahaya karena ia
bisa berubah menjadi tumor dan menyebabkan tertahannya darah dan nanah.
Apabila dilakukan pengobatan pada tumor dan tidak dibelah, maka ia akan
merusak tulang dari bawah, sehingga si penderita akan kehilangan akal
dan gejala lainnya, sehingga perlu untuk dibelah.
Pecah pada tempurung kepala seperti ini
biasanya disertai luka, parah tidaknya, tergantung kepada besarnya luka
dan kerasnya benturan pada tulang tempurung kepala yang menyebabkan
pecah. Karena itu, dalam mengobati luka seperti ini, Ibnu Sina
menyarankan untuk mengetahui gangguan yang dirasakan oleh penderita.
Seperti, diam, mata terbelalak, ngelantur dalam berbicara, tidak keluar
bicara, dan sebagainya.
Dalam Mengobati Penyakit Dalam
Ibnu Sina adaalah orang pertama kali yang
mampu mendiagnosa secara akurat antara peradangan pada paru-paru dan
pembengkakan pada hati. Dia adalah orang yang pertama kali berhasil
mengobati kram pada perut yang disebabkan oleh faktor psikologis. Dia
pulalah yang mampu membedakan antara mulas pada ginjal dan mulas pada
lambung.
Dalam Hal Penyakit yang Menjadi Benalu (parasitic)
Ibnu Sina adalah orang yang pertama kali
menemukan cacing Ancylostoma atau yang disebut cacing lingkar. Ini
berarti Ibnu Sina telah mendahului dokter ahli dari Italia yang
menemukan cacing jenis ini, karena dokter dari Italia itu baru
menemukannya pada tahun 1838 M, atau sembilan abad setelah masa Ibnu
Sina.
Ibnu Sina juga
merupakan orang yang pertama kali dalam hal menemukan : kedokteran
makanan dan penyakit perut, tentang penyakit ginjal dan saluran kencing,
tentang penyakit khusus wanita, tentang penyakit saraf, tentang
penyakit kejiwaan, di bidang kedokteran mata, dalam mengobati tumor,
dalam hal pembiusan, pengukuran denyut nadi, dsb.
6. AL-BIRUNI
Abu Ar-Raihan Al-Biruni merupakan salah
satu dari dua ilmuwan besar muslim dalam bidang ilmu pengetahuan alam.
Dia dilahirkan pada tahun 362 H (973 M) di salah satu pinggiran kota
Kats yang merupakan pusat kota Khawarizm di Asia Tengah. Inilah yang
menyebabkan dia disebut Al-Biruni, karena Birun dalam bahasa Persia
artinya pinggiran kota. Para sejarahwan sepakat bahwa Al-Biruni wafat
pada tahun 440 H (1048 M).
Al-Biruni menguasai banyak bahasa yang
umum dipakai pada saat itu, di samping memiliki kemampuan
intelektualitas yang sangat istimewa. Ini semua telah membantunya dalam
melakukan penelitian dan menulis karya-karyanya. Selain ia bisa bahasa
Arab dan Persia, Al-Biruni juga menguasai bahasa Liberia, Suryani, dan
Sangsekerta. Terakhir, dia menguasai bahasa India, sehingga banyak
buku-bukunya yang ditulis dengan bahasa India. Namun, perlu
diberitahukan dengan khusus, bahwa pada dasarnya Al-Biruni sangat
menyukai bahasa Arab dan paling banyak dipergunakan dalam menulis
karya-karyanya.
PENELITIAN DAN PENEMUAN ILMIAH AL-BIRUNI
- Aljabar
Al-Biruni mempelajari persamaan hasil
Al-Khawarizmi dalam Al-Jabar dan memberikan penambahan padanya. Dia juga
menambah kaidah-kaidah geometri.
Geometri
- Al-Biruni membuat dasar-dasar gambar pada permukaan bola.
- Dia membuat rumus-rumus matematika untuk menghitung lingkaran bumi dan diamternya yang dikenal dengan rumus Al-Biruni.
- Dia berhasil menyelesaikan soal-soal yang dikenal dengan sebutan soal-soal Al-Biruni, yaitu soal-soal yang tidak dapat diselesaikan dengan penggaris dan jangka.
- Trigonometri
- Al-Biruni menemukan rumus-rumus yang sesuai dengan aturan sinus.
- Dia membuat table-tabel matematika bagi sinus sudut dan bayangannya.
- Dia berhasil membahas sudut segitiga dan membaginya secara rata.
- Kalkulus
- Al-Biruni berhasil membuat rumus kalkulus yang ditemukan oleh Tsabit bin Qurah dengnan menggunakan bukti-bukti geometris. Penemuan ini akhirnya diklaim sebagai penemuan Issac Newton oleh orang Barat.
- Aritmatika (Ilmu Hitung)
- Al-Biruni memiliki beberapa buku yang dikarangnya dalam konsep aritmatik. Dia juga menulis tentang sejarah angka India dan perpindahannya ke Arab dan pengembangan- nya seperti yang kita kenal sekarang.
- Al-Biruni mengembangkan cara dan menemukan peralatan untuk menentukan timbangan logam dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi dan mendekati cara-cara yang ada pada masa sekarang.
- Dia menerangkan fenomena khusus yang berhubungan dengan tekanan zat cair, gas, dan keseimbangannya. Dia juga yang menjelaskan mengapa air yang menguap dan mata air yang naik ke atas dengan menggunakan rumus-rumus hidrostatistik.
- Dia adalah orang paling awal yang mengatakan bahwa kecepatan cahaya melebihi kecepatan suara.
Al-Biruni memperingatkan
akan terjadinya dua fenomena, yaitu terbenamnya daratan oleh air laut
dan penyurutan air alut.
Al-Biruni adalah orang yang
pertama kali menyimpulkan adanya pergerakan titik matahari yang terjauh
dari bumi. Dia bahkan mengkritisi table-tabel astronomi yang dibuat
sebelumnya dan memperbaikinya.
7. AL-HASAN BIN AL-HAITSAM (IBNU HAITSAM)
Nama lengkapnya adalah Abu Al-Hasan bin
Al-Hasan bin Al-Haitsam. Dilahirkan pada tahun 354 H (965 M) di kota
Bashrah, Iraq, dan wafat pada tahun 430 H (1039 M) di Kairo. Dia lebih
dikenal dengan panggilan Al-Bashri. Namun di Barat dia lebih dikenal
dengan nama Al-Hazen.
Al-Haitsam merupakan satu di antara yang
terbesar di bidang matematika, fisiologi, dan optic dunia Islam. Dia
diakui sebagai ilmuwan Islam yang serba bisa dan jenius. Al-Hazen
dikenal baik di Eropa melalui karya-karya optiknya yang diterjemahkan ke
dalam bahasa Latin.
Karya optiknya mempengaruhi ilmuwan Barat
terbesar, dan meratakan jalan bagi penemuan dan pengembangan ilmu optik
di kemudian hari. Secara khusus, Ibnu Haitsam menonjol pada beberapa
bidang berikut :
– Ilmu Matematika, yang meliputi : ilmu hitung, al-jabar, geometri, dan trigonometri.
– Ilmu Pengetahuan Alam, terutama tentang ilmu optik yang oleh Ibnu Haitsam disebut “Ilmu Al-Munazir”.
– Ilmu Falak atau ilmu astronomi sebagaimana yang dikatakan oleh para ilmuwan Islam.
8. IBNUL BAITHAR

– Karya utama Al-Baithar adalah Kitab AlJami fi Adwiya Al-Mufrada.
Kitab ini merupakan sebuah karya botanical terkemuka dalam bahasa Arab.
Berisi kumpulan ramuan obat-obatan. Buku ini pada hakikatnya, adalah
yang terpenting selama seluruh periode dari Dioscorides sampai abad
ke-16. Buku ini adalah suatu karya ensiklopedi tentang ramuan
obat-obatan. Mengungkapkan lebih dari 1.400 obat-obatan medical.
– Karya monumental Al-Baithar yang kedua adalah Kitab Al-Mughani fil Adwiya Al-Mufrada. Merupakan sebuah materia medica-pengajaran
tentang obat-obatan dan khasiatnya. Buku ini berisi 20 bab, termasuk
yang menguaraikan ramuan untuk sakit kepala, telinga, mata, untuk
kosmetika, ramuan untuk demam, penangkal racun, dan ramuan obat-obatan
yang paling sederhana.
9. IBNU RUSYD
Nama lengkapnya adalah Abu Al-Walid
Muhammad bin Abu Qasim bin Abu Al-Walid Muhammad bin Ahmad bin Rusyd.
Dikalangan orang Barat ia lebih dikenal dengan sebutan Averroes. Lahir
pada tahun 520 H (1126 M), dan wafat pada tahun 595 H (1198 M). Dia
mendapatkan gelar “Asy-Syarih Al-A’zham” atau penerjemah besar.
Oleh Sarton (sejarawan ilmu), ia pernah dipuji dengan penilaian sebagai
berikut : Ketenaran Ibnu Rusyd dalam filsafat hamper menutupi penemuan
dan prestasinya di dunia kedokteran. Padahal, sebenarnya ia adalah
seorang dokter ternama pada masanya. Ibnu Rusyd dikenal sebagai bintang
intelektual muslim berkebangsaan Spanyol yang paling cemerlang selama
abad-abad pertengahan.
Karya-karya Ibnu Rusyd antara lain :
– Kitab “Al-Kulliyat fi At-Thib”.
Sebuah buku ensiklopedi kedokteran yang mencapai tujuh jilid. Di dalam
buku tersebut diterangan tentang jenis-jenis penyakit dan obatnya,
pembedahan, a peredaran darah.
– Juga dalam beberapa bukunya, Ibnu
Rusyd telah menjelaskan susunan mata. Dia juga menyebutkan suatu realita
ilmiah yang berisikan bahwa manusia hanya akan terkena penyakit cacar
sekali dalam seumur hidup. Dia pernah bekomentar tentang anatomi, “Siapa
yang mempelajari tentang anatomi, keimanannya kepada Allah akan
bertambah”.
10. NASIR AD-DIN THUSI
Nasir Ad-Din Thusi, adalah salah seorang
pemikir Islam terbesar. Ia adalah seorang yang mempunyai kemampuan
hebat, yang karya ensiklopedinya meliputi hamper semua cabang ilmu
pengetahuan, termasuk astronomi, matematika, sains, optic, geografi,
obat-obatan, filsafat, logika, musik, mineralogy, teologi, dan etika.

Nasir Ad-Din Thusi adalah seorang
ensiklopedia terkemuka dengan otak yang tajam. Dia penulis yang banyak
berkarya, tak kurang dari 56 karyanya terdaftar pada Brockelmann. Di
bidang astronomi, Nasir Ad-Din Thusi memperoleh kemasyhuran besar, dan
telah memberikan sumbangan ilmu pengetahuan yang kekal. Dia menulis
sejumlah risalah astronomi, yang terpenting di antaranya adalah Kitab At-Tazkira fil Ilmi Al-Hai’a
(Memorial Astronomi), seuatu penyelidikan bidang astronmi selengkapnya.
Buku tersebut telah ditulis ulang oleh banyak sarjana dan diterjemahkan
dalam banyak bahasa, termasuk dalam bahasa Timur dan bahasa Barat. At-Tazkira, merupakan tonggak dalam perkembangan astronomi, memenangkan popularitas luas di seluruh Timur dan Barat.
Kemasyhuran Nasir Ad-din Thusi di bidang
astronomi terutama terletak pada penelitian- penelitian astronominya
yang dilakukan observatorium Maragha. Observatorium yang selesai
didirikan pada tahun 1259 M ini peninggalannya masih ada sampai
sekarang. Observatorium ini dilengkapi dengan instrument-instrumen
terbaik yang bisa didapat, termasuk satu peta bola langit yang terdiri
dari cincin-cincin, kuadran dinding, dan cincin-cincin penghentian
matahari yang mungkin di bawa dari Baghdad dan Almut. Juga disediakan
sebuah perpustakaan yang memiliki 400.000 buku.
Nasir Ad-Din Thusi dianggap sebagai
penemu “Torquetum”, sebuah instrument yang terdiri dari dua lingkaran,
yang memakai tanda ukuran, dalam dua bidang tegak lurus, yang menjadi
sangat populer di Barat.
Nasir Ad-Din Thusi juga memainkan peranan
yang tidak kecil dalam bidang perkembangan ilmu trigonometri.
Karya-karya di bidang ini menandai puncak kemajuan ilmu trigonometri.
Dialah yang mengarang Kitab Shakl Al-Qatta (Risalah tentang
Kuadrilateral), sebuah karya dengan keaslian luar biasa. Buku yang
menguraikan trigonometri bulatan ini sangat terkenal, dan mungkin
merupakan karya terbaik yang pernah ditulis sepanjang abad pertengahan.
semoga bermanfaat. Amin
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Daftar isi:
[back to top]